“INDUK RAJAWALI”

Anna M. Jarvis, sangat mengasihi ibunya. Pada kebaktian penguburan ibunya, tanggal 10 May 1908, ia memberikan bunga favorit ibunya, bunga anyelir (carnation), kepada setiap orang yang hadir. Beberapa tahun kemudian, ide untuk menghargai dan memperingati hari ibu mulai marak tersebar dan dirayakan di beberapa kota besar di Amerika Serikat. Pada tanggal 9 May 1914, President Woodrow Wilson mengumumkan bahwa hari Minggu kedua bulan May akan diperingati sebagai Hari Ibu untuk menghargai dan menghormati para ibu di negara tersebut.

Hari Minggu ini, kita turut merayakan Hari Ibu untuk menghargai pengorbanan dan pengabdian para ibu dalam mengasuh serta mengasihi keluarganya.

Sambil kita memperingati Hari Ibu sedunia, kita juga mau mengingat kasih dan kesetiaan Allah atas pemeliharaan dan penyertaanNya terhadap GPO selama 36 tahun ini. Seperti seorang ibu yang tidak pernah melupakan anaknya, yang mengasihi, memelihara dan mendidik anaknya, demikian juga Allah.

Di dalam Ulangan 32:11, Allah diumpamakan laksana induk rajawali yang menggoyang-goyang sarangnya, dengan tujuan melempar anaknya keluar dari sarang, agar mereka belajar terbang. Sang induk rajawali akan terbang dekat dengan anaknya yang baru belajar terbang tersebut, agar tatkala si anak mulai lelah dan tidak dapat terbang sendiri maka sang induk akan menukik ke bawah, menebarkan sayapnya dan menopang si anak di atas sayapnya.

Seperti induk rajawali tersebut, Tuhan mau agar GPO belajar dan bertumbuh dewasa. Dapat dipastikan bahwa di dalam proses belajar dan bertumbuh akan banyak kesulitan dan tantangan yang kita hadapi. Namun, perlu kita ingat bahwa Tuhan selalu berada di dekat kita, setia dan sedia menopang kita si saat kita lelah dan tidak mampu.

Kiranya GPO, dan setiap kita sebagai anggota tubuh Kristus, terus belajar dan bertumbuh di dalam pengenalan kita akan besarnya kasih Tuhan. Kita patut terus mengandalkan dan bersandar kepada Tuhan di dalam kita menjalani tahun-tahun berikutnya untuk menyatakan kehendak-Nya di dalam hidup kita sebagai jemaat Tuhan di GPO.

Marilah bersama-sama sebagai satu keluarga besar GPO, kita bergandengan tangan dengan semangat yang menyala-nyala untuk terus melayani Dia dan membangun gereja-Nya sampai Ia datang kembali menjemput kita.